Showing posts with label General. Show all posts
Showing posts with label General. Show all posts

Tentang Seismic 4D & Seismic 3D

4.09.2010 0 comments

Mohon pencerahan seismic 4D dan seismic 3D serta kelebihannya masing2. Kalau dilaksanakan seismic 4D dan 3D pada dasarnya hanya terletak di sisi Software Engineered Saja mungkin ya (simulasi, evaluasi dan analisa, dll ??), atau saat melaksanakan pengambilan data (survey seismic) sama saja dengan seismic pada umumnya? Dari BPMIGAS atau Ditjen Migas, apa ada program pelatihan seismic? Terima kasih

Tanggapan 1 - paul kristianto

Sdr Ilham,

3D dan 4D seismic bukanlah suatu seismic/survey seismic yang bisa di bandingkan. 3D pada dasarnya, hanyalah untuk exploration field. Dan 4D adalah untuk development field. Sehingga tidak bisa dibandingkan keunggulan atau kelemahan. Untuk marine, Indonesia belum pernah melakukan seismic 4D (namun untuk land salah satu perusahaan Amerika di Indonesia sudah melakukannya). Negara yang paling sering melakukan ini adalah Norwegia & England (Statoil Hydro, Norsk Hydro, Shell). Baru2 ini west africa juga mengenalkan 4D.

4D sendiri, biasanya mengulangi seismic yang pernah ada di block tersebut, dengan skala volume/area yang lebih kecil atau focus. Dan sistem pengulangan ini, bergantung pada keinginan pihak oil & gas company, untuk mengulangi sourcenya atau receivernya atau tarckin linenya. Sepanjang pengalaman kami, perusahaan akan selalu meminta CMP atau CDP yang sama dari yang pernah mereka miliki. Software yang digunakan untuk melakukan 4D ini ada beberapa macam dan dijual untuk kepentingan 4D survey seismic saja. Sekali lagi, sangat bergantung pada keinginan apa yang ingin diulangi dalam survey seismik tersebut. Dan tentunya agak berbeda sistem yg dilakukan dengan 3D biasa. Jadi harus melihat sejarah seismic dari block tersebut.

4D, biasanya dilakukan apabila pihak perusahaan ingin mengetahui struktur bawah permukaan setelah di-pompanya water injection the bawah permukaan untuk mengetahui water contact dengan hydrocarbon yang ada. Sepengetahuan saya, mereka suka mengulangi setiap ~4 tahun sekali (bukan angka yg baku, namun bergantung pada kebutuhan).

Analisa dan evaluasi adalah berbeda dgn yang normal, akrena disitu anda akan ditambahkan dengan system error dari feathering, delta source dll. Agak rumit dan menyenangkan untuk orang2 field....challenging sekali apalagi untuk daerah yang strong current, dan weather interuption cukup tinggi.

Tanggapan 2 - Ilham Hasan

Pak Paul,

Trima kasih sharingnya. Kl sy baca sharing info Bp, pekerjaan seismic 4D ini agaknya mahal sekali dan masih jarang dilakukan khususnya di Indonesia, hanya perusahaan2 skala besar dan kuat dana yg bisa melakukannya demi ekspansi mereka di berbagai lapangan, dan jg karena software yg digunakan merupakan hasil karya yg mahal. Lagian, bila ada yg mau terapkan khususnya misalnya KKKS, tentu harus ada persetujuan dari BPMIGAS, apakah biaya nanti yg dikeluarkan dengan teknologi itu akan Cost

Recovery apa tidak, dan tentu akan dilihat urgensinya menggunakan teknologi seismic 4D seperti apa.

Mungkin kalau dari sisi waktu dan mendapatkan ke akuratan data, seismic 4D ini jauh lebih meyakinkan, sehingga penggunaannya benar sekali yg dikatakan lebih khusus untuk field development, jadi memfokuskan pada wilayah2 yg memang sudah 'diduga kuat' dgn data awal fiel tsb potensial cadangannya.

Tanggapan 3 - Rovicky Dwi Putrohari

1D = Satu dimensi (Garis)

2D = Dua dimensi (penampang)

3D = Tiga dimensi (kubus)

4D = empat dimensi (kubus + waktu)

Seismic 1 D adakah ?

Ada, yaitu seismic data yg diturunkan dari data sumur. Biasanya menggunakan Sonic log dan Density log. Ini dipakai untuk mencocokkan antara data sumur dengan data seismic lainnya (2D, 3D, dan 4D).

Seismic 2D

Ini yang dikenal sejak lama sebagai "seismic section". Berupa sebuah penampang bawah permukaan yang diperoleh dengan cara "menembakkan" getaran seismic kedalam bumi, kemudian ditangkap dengan geophone/hydrophone dipermukaan. Yang diperoleh adalah penampang bawah permukaan. Baik "penampang" struktur geologi, juga penampang stratigrafi bawah permukaan. Tentusaja termasuk parameter batuan lainnya (densitas, dan turunannya misal porositas, saturasi dll).

Seismic 3D

Prinsipnya sama dengan seismic 2D. "seolah-olah" Seismic 3D ini adalah seismic 2D yang dijejer-jejer dengan kerapatan spasinya sangat tinggi ( spasinya 12,5 meter atau 25 meter).

Yang diperoleh adalah "body" dari tubuh bawah permukaan. Misal bentuk jebakan, bentuk dan konfigurasi patahan, bentuk tubuh sedimen, dll. Tentusaja sama dengan 2D diatas dapat diketahui parameter batuannya.

Seismic 4D (3D+T)

Prinsipnya sama dengan 3D seismic tetapi diakuisisi dalam selang waktu tertentu. Misal gabungan antara beberapa 3D yang diakuisisi dalam beberapa waktu.

- 3D pada tahun 2010

- 3D pada tahun 2011

- 3D pada tahun 2012

- 3D pada tahun 2013

- 3D pada tahun 2014

dst

Sehingga diperoleh data-data "perubahan" yang terjadi selama lima tahun produksi. Perubahan yg akan diamati terutama perubahan saturasi minyak (dan gas juga air) yang diakibatkan oleh proses produksi. Parameter yang diperoleh tentusaja sama dengan diatas, tetapi ada "perubahan" yang diamati selama waktu akuisisi diatas. Terutama "pergerakan fluida (air, gas, minyak).

Perubahan yg diamati tentusaja tidak hanya parameter fisis, juga dapat diamati perubahan struktur geologinya. Misal perubahan patahan yang "bergerak" akibat proses produksi. Besarnya perubahan struktur ini memang dalam orde yang kecil tetapi akan mempengaruhi perilaku pergerakan minyak (dan gas+air) di reservoir (di bawah) permukaan.

Tentusaja harga atau biaya 4D sangat besar, sehingga tidak semua lapangan akan ekonomis menutuip biayanya. BPMIGAS pasti akan sangat selektif dalam memberikan approval-nya. Karena 4D sesmic ini diakusisi pada fasa produksi, dimana akuisisi ini merupakan bagian dari "biaya produksi".

Smoga membantu

Tanggapan 4 - paul kristianto

Mas Vicky yang biru ...... I think.....tapi mungkin kami salah dalam menerangkan...

Tanggapan 5 - paul kristianto

1D = Satu dimensi (Garis)

2D = Dua dimensi (penampang)

3D = Tiga dimensi (kubus)

4D = empat dimensi (kubus + waktu)

Seismic 1 D adakah ?

Ada, yaitu seismic data yg diturunkan dari data sumur. Biasanya menggunakan Sonic log dan Density log. Ini dipakai untuk mencocokkan antara data sumur dengan data seismic lainnya (2D, 3D, dan 4D).

Seharusnya sistem ini kurang dikenal dengan nama 1D, namun lebih dikenal dengan VSP atau Borehole Seismic. Dan jika hanya Sonic Log dan Density Log maka ini sudah sedikit bergerak pada Wireline Logging job. Kalau menggunakan gelombang mekanik yang dihasilkan oleh getaran suara permukaan (umumnya VSP operation menggunakan water gun), maka baru dikenal dengan nama seismic. Sebaliknya jika gelombang suara dikeluarkan oleh gelombang mekanik dari peralatan electronic yang dalam lubang, maka seismicnya hilang, namun lebih ke arah log data. Karena gelombang seismik yang terekam oleh tool akan meliputi noise yang berupa ground roll, peg leg, share wave SV/SH, p-wave yang mana data2 itu tidak dimiliki oleh log data. Sehingga kesimpulannya, data log bukan data seismik. Dan data dari VSP ini hanya domain depth saja.

Seismic 2D

Ini yang dikenal sejak lama sebagai "seismic section". Berupa sebuah penampang bawah permukaan yang diperoleh dengan cara "menembakkan" getaran seismic kedalam bumi, kemudian ditangkap dengan geophone/hydrophone dipermukaan. Yang diperoleh adalah penampang bawah permukaan. Baik "penampang" struktur geologi, juga penampang stratigrafi bawah permukaan. Tentusaja termasuk parameter batuan lainnya (densitas, dan turunannya misal porositas, saturasi dll).

Dalam dunia seismik (marine), 2D ini menggunakan hanya 1 kabel atau streamer. Biasanya untuk regional data yang cakupannya sangat luas. 2D ini menjadi Data awal untuk membaca daerah tersebut yang nantinya menjadi dasar untuk mengembangkan daerah. Kemudian bisa dilanjutkan 3D seismic dgn scope yg lebih kecil luasannya atau bahkan tidak dilakukan 3D alias daerah tsb tidak promising. Shooting interval standard 25 meter karena masih study awal. Dan kerapatan group interval hydrophone adalah sama sealu yaitu 12.5m .....dulu pernah 25m cuman sudah tidak bermutu lagi dengan kerapatan 25m...jika orang sudah bisa dapat 12.5m group interval ngapain 25m. Linenya untuk 2D sangat jarang, tidak rapat dan menyebar...karena data regional. Azimuthnya bisa kemana2, bergantung linenya. Datanya dalam domain Depth dan Waktu

Seismic 3D

Prinsipnya sama dengan seismic 2D. "seolah-olah" Seismic 3D ini adalah seismic 2D yang dijejer-jejer dengan kerapatan spasinya sangat tinggi ( spasinya 12,5 meter atau 25 meter). Yang diperoleh adalah "body" dari tubuh bawah permukaan. Misal bentuk jebakan, bentuk dan konfigurasi patahan, bentuk tubuh sedimen, dll. Tentusaja sama dengan 2D diatas dapat diketahui parameter batuannya.

Ini benar dan sebagai tambahan adalah :

3D Seismic adalah menggunakan lebih dari 2 streamer (dalam marine), dan lebih bertujuan sebagai data untuk melakukan drilling decission. Shooting interval adalah bisa 12.5m, 18.75m dan 25m bergantung dari pihak "geopsikis" menentukan...yg mana semakin rapat semakin bagus datanya, alias semakin pendek semakin menyenangkan dibaca/interpretasinya. Group interval hydrophone tetap sama 12.5m...meskipun ada perusahaan bisa mengklaim group interval hingga 6.25 dan 3.125m rapatnya...namun menurut hemat saya ini hanya perbedaan kacamata dalam melihat satu obyek. Streamer Separasi dipilih dan biasanya dipiluh dari 50meter hingga 150m, sekali lagi bergantung "geopsikis" yang menentukan. Panjang kabel, harus bergantung pada target depth yang dinginkan. Umumnya (tolong jgn diquote, jika target depth anda adalah 3000m, maka streamer length bisa sampai 2 kalinya dalam satuan kilometer). Banyaknya streamer, bergantung dari efesiensi yang diinginkan. Jika menggunakan 4 streamer bisa butuh waktu 30 hari, maka dengan 8 streamer bisa membutuhkan 15 hari...ini asumsi kasar. Dan atau juga kedekatan dengan dengan near group centre dari titik pusat kapal sangat mempengaruhi jumlah streamer yg digunakan. Shooting line sangat bergantung dari fault atau patahan yang ada di bawah permukaan. Sebaiknya data adalah strike terhadap dip yang ada dan bukan paralel. Namun ada perusahaan mengambil parallel karena faktor efesiensi semata, sehingga data bawah permukaan kurang utilize untuk menjadi suatu decission. Kemudian azimuth linenya hanya ada 2 dan saling bertolak belakang. Jarak antar line ke line yang sejajar adalah bisa berkisar antara 400m atau 500m (bergantung separasi streamer itu sendiri untuk mencover daerah tersebut) Datanya dalam domain Depth dan Waktu.

Seismic 4D (3D+T)

Prinsipnya sama dengan 3D seismic tetapi diakuisisi dalam selang waktu tertentu. Misal gabungan antara beberapa 3D yang diakuisisi dalam beberapa waktu.

- 3D pada tahun 2010

- 3D pada tahun 2011

- 3D pada tahun 2012

- 3D pada tahun 2013

- 3D pada tahun 2014

dst

Sehingga diperoleh data-data "perubahan" yang terjadi selama lima tahun produksi. Perubahan yg akan diamati terutama perubahan saturasi minyak (dan gas juga air) yang diakibatkan oleh proses produksi. Parameter yang diperoleh tentusaja sama dengan diatas, tetapi ada "perubahan" yang diamati selama waktu akuisisi diatas. Terutama "pergerakan fluida (air, gas, minyak). Perubahan yg diamati tentusaja tidak hanya parameter fisis, juga dapat diamati perubahan struktur geologinya. Misal perubahan patahan yang "bergerak" akibat proses produksi. Besarnya perubahan struktur ini memang dalam orde yang kecil tetapi akan mempengaruhi perilaku pergerakan minyak (dan gas+air) di reservoir (di bawah) permukaan.

Kok tidak pas dengan menyatakan 4Dadalah 3D yang digabung....tujuannya sudah benar untuk melihat perkembangan daerah tersebut. Namun penjumlah 3D dari tahun ketahun agak kurang pas. 4D cakupannya sangat kecil dibanding dengan 3D baseline. Jika 3D baseline di tahun awal adalah 500sqkms, maka 4D akan menurun volumenya sizenya dgn kata lain mungkin ke 100sqkms, dimana hanya fokus pada tempat tertentu. Biasanya daerah cakupannya terdapat production platform ... akibatnya ada kemungkinan melakukan two boat shooting. Nah, kerapatan streamerpun pada umumnya dirubah lebih rapat dari 3D baseline, karena ingin mendapatkan data yang lebih akurat/padat dari baseline yang ada. Hanya source position dan source interval yang sama dgn yang sebelumnya. Jumlah streamer adalah minimum sama dengan 3D baseline. Jadi ada kemungkinan lebih banyak...karena untuk mengurangi kemungkinan infill line...overlapping procedure with baseline. Datanya dalam domain Depth dan Waktu.

Tentu saja harga atau biaya 4D sangat besar, sehingga tidak semua lapangan akan ekonomis menutuip biayanya. BPMIGAS pasti akan sangat selektif dalam memberikan approval-nya. Karena 4D sesmic ini diakusisi pada fasa produksi, dimana akuisisi ini merupakan bagian dari "biaya produksi".

Dilihat dari segi total cost jika dibanding dengan dengan 3D dgn volume yang lebih besar, maka 4D seharusnya lebih murah karena volumenya lebih kecil yang mana waktu pengerjaan yang lebih pendek (daily rate hanya mendapatkan uplift sewajarnya, namun tidak significant).

Smoga membantu

Tanggapan 6 - Rovicky Dwi Putrohari

Cak Paul,

Sorry aku cuman selintas aja. Kalau anda menjelaskan ke Geophysicist ya mungkin emang perlu detail. Tapi masalahnya aku ga tau apa background Mas Ilham. Asumsiku ya dari finance atau procurement :) Penjelasanku ini hanya cara termudah menjelaskan hal rumit pada orang awam geophysics (sesuai diversity anggota mailist Migas Indonesia). Dimana mereka belum (ga perlu) tahu apa itu "streamer", apa itu "shooting line", ground roll, peg leg, share wave SV/SH, p-wave :)

Nah kalau beliau ini seorang geophysicist malah saya sarankan ikutan milist HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia).

RDP

Wektu propose 3D survey dulu pernah ditanya orang finance ... "mbok udah 2D aja yang murah, toh sama-sama seismic ?"

Tanggapan 7 - Ilham Hasan

Pak RDP,

Semoga Bp Ikhlas membagi ilmunya di milis ini, dan dapat berkah dari Sang Maha Pencipta. Memberikan dengan tangan kanan, tangan kiri tidak perlu tau.

Tanggapan 8 - paul kristianto

Wah...bener Mas Vicky...tapi bagus kok keterangannya.Mas Vicky untuk menambah wawasan rekan2....digestable...

Mungkin jawabannya bisa kok Mas Vicky bahwa 2D untuk 3D block....cuman selesainya tahun depan...he..he...

Tanggapan 9 - Ilham Hasan

Ibu/Mbak Rovicky Dwi Putrohari,

Terima kasih sharingnya ibu, semakin jelas dan semakin lengkap.

Tanggapan 10 - harry_e

Sejak kapan Rovicky jadi wanita? Hehehe :-)

Makasih sharingnya Mas Rovicky. It's very informative indeed.

Tanggapan 11 - Ilham Hasan

Pak Harry,

Sy sudah meminta maaf kepada Bapak Rovicky, karena sy salah memanggil. Inilah kelemahan email-emailan, tidak bisa melihat jenis kelamin si pengirim, he he he (intermezzo),...sekali lagi Maaf ya Pak Rovicky.

Tanggapan 12 - harry_e

Gak apa2 Mas Ilham... Jangan serius terus.. Biar milis tercinta ini tetap hidup, bergairah dan bermanfaat bagi para anggotanya. I'm glad to be back here setelah sekian lama tak bisa menembus milis ini (cbn problems).

Tanggapan 13 - Eko Yudha

Mas Rovicky,

Apa urgensinya melakukan 4D seismic? Maksud saya kalau tujuannya untuk mengupdate mobility fluida di reservoir, apakah teknologi geo modelling dan reservoir simulation sekarang keakuratan simulasi/prediksinya masih jauh dari yg diharapkan?

Tanggapan 14 - Eko Yudha

Maaf, apa ada yg bisa bantu jawab pertanyaan saya sebelumnya?

Apa kriterianya sehingga suatu lapangan perlu 4D seismic?

Tanggapan 15 - Rovicky Dwi Putrohari

Kalau bagi perusahaan alasannya jelas bisnis. Seandainya 4D lebih "menguntungkan" tentunya akan diusulkan atau dilakukan. 3D modeling yang dibuat dengan software apapun hanyalah model "STATIS". Tidak berubah. Sedangkan 4D merupakan model 3D yang "DINAMIS". Konvensional 3D model itu TIDAK BERUBAH sejak sebelum diproduksikan dan setelah diproduksikan.

Secara mudah mirip membandingkan data sumur (1D) dengan data seismic (2D). Mana yang lebih bagus ? Data sesimic berupa penampang (2D) tetapi datanya berupa pengukuran indirect (hanya impedance). Sedangkan data sumur bisa berupa direct rocks measurement. Bener-bener mengukur saturasi. Sedangkan seismic 2D tidak mengukur saturasi, walaupun dengan impedance bisa "memperkirakan" saturasi.

Seandainya tidak mampu dengan 4D, sering pula digunakan lapse time 3D. Yaitu 3D sebelum produksi dibandingkan dengan 3D sesudah. Nah, "selisih" keduanya merupakan "perubahan" dari paramater sebelum dan sesudah. Walaupun bukan bukan berarti perubahan dynamic", kita dapat melihat sejauh mana "beda"-nya.

Jadi urgensinya kalau dari sisi perusahaan apakah menguntungkan atau tidak. Seandainya lapangannya sangat besar (giant field) dan banyak minyak "tertinggal" serta perubahannya dianggap kompleks dan 4D dapat "mengejar" minyak-minyak yang "sembunyi" tentusaja 4D akan menguntungkan. Read the full story

,

Hot Dip Galvanize for BOLT and Nut

3.30.2010 0 comments

Mohon share nya tentang Hot Dip Galvanize pada Bolt and Nut, karena project saya lagi masalah terhadap toleransi dan alowance Bolt and Nut setelah di Hot Dip.
1. Pada beberapa Bolt akan terasa sangat keras atau malah Macet ketika dipasangin Nut,.. ndak tau apakah Bolt ato Nut yang salah. mereka akan stuck pada satu point tertentu..... biasanya pada 2 ato 3 kali putaran.. akibatnya Bolt and Nut tersebut tidak bisa dipakai.
2. supplier berusaha dan mencoba dengan melakukan pemakanan lebih dalah terhadap bolt and nut sebelum di Hot Dip,.. akibatnya ketika setelah di Hot Dip Bolt or Nut akan longgar dan cenderung "nga-geol" dan konclak.

Tanggapan 1 - rio.hendiga

Hot dip galvanize itu apakah yang biasa di sebut dengan zinc platting ? kasus Nut sering stuck atau macet saat di pasang memang sering terjadi pada de stud yang memakai coating jenis ini. Kemungkinan itu penyebabnya ketebalan coatingnya yang susah di control (CMIIW).

Kenapa tidak pakai jenis coating yang lain? Xylan coating misalnya, memang agak mahal dikit ( ndak sampai 3 % ) dari harga barang yang pakai zinc coating. namun kelebihannya mencegah gailing dan bersifat lebih anti rust.

Tanggapan 2 - muhammad rifai

agak rancu jadinya,
sengerti saya hot dip galv beda sama zinc coating (electro plating??)

yang satu reaksi karena panas yang satunya karena ada aliran listrik... nah yang zinc electro plating itu yang ketebalannya 7 - 10 mikron.. kalo hot dip galv bisa sampai 80 mikron...

mas aldy, mungkin bisa dijelaskan proses pembuatannya.... kadang kala saya lihat ada tambahan spun sehingga lengkapnya hot dip spun galvanize.... jangan jangan proses pembuatannya nggak pakai spun... spun ini prosesnya diputer... jadi energi centrifugal dipakai meratakan zinc dan menghilangkan ekses zincnya... zinc yang berlebih ini yg mungkin bikin seret 1d.

Tanggapan 3 - rio.hendiga@akersolutions

Nah,..kasus yang kaya gini nih yang cocok buat project sixsigma.

Maaf mungkin agak menyimpang, tapi kayaknya ini ada hubungannya juga dengan pertanyaan tentang sixsigma, problem solving yang cocok untuk mengatasi masalah ini salah satunya pakai metode sixsigma. Saya rasa saving costnya dari process rework & customer complain kemungkinan bisa gede nih.

Tanggapan 4 - Harmanto Soebawi

Punten euy, ikutan nimbrung:

Sebetulnya di Hot Deep & di Electroplating, ada teknik yang berhubungan:

0. Ulir 'mentah' dibuat dengan toleransi yang distandardkan. Semua pabrik bolt & Nut pasti memiliki guidance ini. Karena jadi pegangan orang QA/QC mereka. Alat ukur QA/QC ulir biasanya pakai mm digital, tidak sampai micron.

1. Sebelum pelapisan permukaan dilakukan surface preparation:

Apakah pembersihan permukaan dengan asam nggak terlalu lama dan terlalu pekat asamnya (lebih dari 3%)?

2. Hot deep: Apakah cairan Zn sudah cukup suhunya untuk cair sempurna?

(biasanya hot deep company memanaskan sedikit diatas titik cairnya aja karena takut proses produksinya tidak efisien lagi).

Untuk electroplatting: apakah arusnya cukup untuk kuat untuk menempelkan Zn ke permukaan?

3. Untuk ulir: Baik hot deep Zn maupun electroplatting barang diputar

Sekedar istilah di Hot deep: diputar dg spun untuk melempar endapan berlebih. di Electroplatting dg barrel (tabung berlubang untuk tempat baut & Nut).

=> Jadi memperbesar toleransi ulir sebelum pelapisan permukaan menurut saya adalah solusi yang diluar pengetahuan saya..

=> Hot deep biasanya adalah specialist tersendiri, diluar pabric bolt.

Jadi proses produksi mereka harus dikontrol juga oleh bolt maker dg mengacu kepada kaidah-kaidah ilmu alam. Seperti halnya heat treatment, biasanya karena sulitnya ngontrol heat treatment, beberapa bolt maker mengoperasikan sendiri.

Tanggapan 5 - Aldy Migas

Bung Rifai,

saya rasa penjelasan Bung Rifai banyak benarnya,.
saya liat di surfacenya ulir bolt tersebut banyak sekali macam kotoran2 dari zinc tersebut. saya rasa manufacturer ndak cleaning dulu atopun ndak pakai spun tersebut....

dan mereka akan lansung assembly bolt and nut sehingga ketika sampai di kita dalam kondisi seret malah macet oleh kotoran tersebut.

please ada saran ato suggestion untuk para supplier dalm proses manufacturing nya...???

Tanggapan 6 - rio.hendiga@akersolutions

Kalau saya sebagai anda ( Customer ), saya mungkin tidak akan tergantung pada 1 supplier saja, apalagi hanya untuk masalah bolt & nut. Kita ada standard quality yang harus supplier penuhi, seandainya suplier tak mampu memberikan kondisi yang kita inginkan, mau tidak mau ya kita musti cari suplier yang lain. Mereka kan juga punya QCQA, engineering, complaint dari kita mustinya bisa untuk masukan/tantangan yang positif dasri mereka.

Kalaupun tak ada supplier yang bisa memenuhi keinginan kita, paling tidak kita ada alternatif yang bisa kita pertanggungjawabkan kepada customer kita.

Tanggapan 7 - HEPRIA NALDI

Sejalan dengan Pak Rio, saya pernah membeli HD Galvanized dan problemnya sama, kadang tersendat dan tidak bisa masuk, penyebabnya selain seperti di bilang Pak Rio juga karena proses galvanized adalah proses panas sehingga permukaan ulir bolt dan nut tidak mulus dan tumpul. dan kadang2 ada penumpukan galvanized material di area ulir.

Usahakan testing di lakukan setelah galvanized sebelum vendor kirim ke kita sehingga proses install tidak terganggu di site.

Kadang2 Client sendiri minta HD Galvanized dengan alasan tertentu. tapi kita bisa memberikan equivalennya dan memberikan alasan yang bisa diterima client...

Tanggapan 8 - cak.topan@batam

saya kurang paham dengan bolt ini, tapi pernah mengalami masalah yang sama. waktu itu menggunakan shackle tipe bolt yang diinstall di suatu equipment. ditapped ya istilahnya?

si fabrikator tidak supply shackle yang dia gunakan. sedangkan kita kesulitan memasangnya. selidik punya selidik, ternyata tap hole dan bolt thread nya beda TPI.

TPI = thread per inch/jumlah ulir per inci.

Mungkin saja masalah yang sama, pak. walaupun saya juga ragu-ragu...

Tanggapan 9 - vimala sariputera

Mas Aldy, bisa baca: http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=1942&Itemid=42 Galvanizing Design Manual.

Ada cuman 1 halaman saja membahas bolt yang digalvanize, semoga berguna

Tanggapan 10 - Andri.Jaswin

Dear Pak Aldy,

Biasanya untuk Hot Dip, film thicknees nya tipis aja (7-10 Micron) dan sangat kecil kemungkinan adanya increased dimension dari nut & bolt.

Sebaiknya lakukan dulu investigasi untuk mengidentifikasi rootcause nya. Check thread dari nut & bolt sebelum di lakukan process coating (before coating) dan check kembali setelah coating (after coating), apa yg ditemukan??? Records. Ini untuk memastikan dari mana source problemnya.

Kalau ada ditemukan problem yg sama sebelum coating--à maka thread dimension mungkin ada yg tidak sesuai atau pun di lower spec / upper spec (ULS/LLS).

Dari sini bapak bisa lanjutkan investigasi bapak ke potential causednya, Man,machine,system,dll.

Intinya impact dari coating ke problem itu menurut saya sangat kecil pak.

Tanggapan 11 – Frank

Sebaiknya bila akan melakukan coating Bolt outer thread atau Nut inner Thread, kalau coating thickness 7 hingga 10 micron, sebaiknya toleransi Bolt Threaded dan Nut Threaded diukur waktu akan manufacturing. Kalau kita beli dipasaran umum, memang repotnya ya kanya begitu.... pabrik bolt dan nut itu sudah memiliki dies standard. Beda kalau kita bikin API Thread seperti EUE atau NUE atau sejenisnya.... biasanya mereka akan tanya kepada pemesan apakah ini akan di coating atau tidak. Kalau akan di coating biasanya mereka akan memberikan toleransi saat akan masuk ke mesin CNC. Sehingga kalau di coating apakah itu coating HDG atau sejenisnya.... Nut atau Box nya akan masuk... tokcer!!!!.. hehehe...

Tanggapan 12 - Yusuf Nugroho

Bung Aldy,
Sekedar menambahkan juga bahwa untuk bolt & nut ASTM, sebagai contoh untuk aplikasi piping yang menjadi bidang pekerjaan saya, sebenarnya sudah ada standard yang diacu untuk dimensi ulir dalam aplikasi coating, yakni ASTM A354:

7.3.3 Unless otherwise specified, bolts and studs to be used with nuts or tapped holes that have been tapped oversize, in accordance with Specification A563, shall have Class 2A threads before hot dip or mechanically deposited zinc coating. After zinc coating, the maximum limit of pitch and major diameter may exceed the Class 2A limit by the following amount:Unless otherwise specified, bolts and studs to be used with nuts or tapped holes that have been tapped oversize, in accordance with Specification A563, shall have Class 2A threads before hot dip or mechanically deposited zinc coating. After zinc coating, the maximum limit of pitch and major diameter may exceed the Class 2A limit by the following amount (lebih lengkap ada di ASTM A354).

Dengan demikian semestinya manufacturer mengikuti kaidah ini. CMIIW

-----------------------------------------------------------------------------

Obat Kuat Ejakulasi Dini Hajar Jahannam Asli Mesir
Read the full story

Hari Pi Adalah Hari Ini 14 Maret

3.13.2010 0 comments



Hari Pi Adalah Hari Ini 14 Maret. Makanya Logo Goole berubah menjadi Hari Pi. Penasaran dengan arti logo tersebut, saya pun googling dan mendapatkan sebuah artikel yang sangat berguna yang menerangkan Hari Pi ini. Berikut adalah artikel yang saya dapatkan dan saya hanya mencoba berbagi :

Buat mereka yang sebatas mengenal matematika, pi adalah konsep sederhana yang mengaitkan keliling setiap lingkaran dengan diameternya. Kalikan diameter dengan pi, akan didapat besaran keliling lingkaran. “Besar pi itu 22/7 atau 3,14,” kata Andito, siswa sekolah dasar di Tangerang.


Tapi kisah ini lebih dari sekadar belajar konstanta dalam rumus mencari keliling lingkaran. Ini tentang kerumitan yang misterius sekaligus kesederhanaan yang mengagumkan. Sekelompok orang bahkan bisa sangat terobsesi kepadanya: sebuah angka yang teruntai acak hingga lebih dari satu triliun digit panjangnya. 3,14159….
Sekali setahun, setiap tanggal pada hari ini (14 Maret atau 3.14) bertepatan dengan ulang tahun Albert Einstein, kelompok itu menyempatkan diri berkumpul. Mereka biasanya akan berdiskusi, menggelar kontes mengingat panjang digitnya, sampai memparodikannya seperti menyantap pie bersama.

Profesor fisika, Yohanes Surya, pernah ikut merayakannya di Jepang beberapa tahun lalu. Saat itu ia terlibat dalam kontes mengalunkan musik dari untaian digit pi. “Misalnya 3 jadi mi dan 1 adalah do,” katanya. “Jadinya bagus juga.”
Yohanes lalu pernah mencoba membumikan kegiatan serupa di kampus Universitas Pelita Harapan. “Waktu itu bertepatan dengan Olimpiade Fisika Asia di Indonesia,” katanya.

Di Amerika. setidaknya ada dua tempat di mana akan terdengar seruan-seruan Happy Pi Day itu: Exploratorium, San Francisco, dan kampus Massachusetts Institute of Technology. Khusus pada hari ini, pi bukan lagi monopoli para kutu buku matematika.
Akira Haraguchi, dokter berusia 60 tahun di Jepang, misalnya. Hari ini menjadi perayaan untuk kemampuannya menghafal deretan angka-angka yang menyusun pi sampai 100 ribu desimal. Butuh 16 jam untuknya menuliskan seluruh angka itu.

Sayang, Haraguchi tidak membukukan kemampuannya itu sebagai rekor dunia. Guinness Book of Record saat ini hanya mencatat Chao Lu, mahasiswa kimia di Cina, sebagai pemilik rekor dunia karena mampu menyebut secara tepat 67.890 digit pi selama 24 jam pada 2005. Saat itu Chao Lu butuh 26 video sebagai bukti.

Lalu ada orang-orang seperti Marc Umile. Sekitar 12 tahun lalu, semasa masih bekerja sebagai penjaga pintu di opera house, Umile iseng membaca buku matematika dan berkenalan dengan pi.

Dia bermimpi menggubah deretan angka-angkanya menjadi alunan nada. Obsesi itu dia rintis mulai 2004 ketika merekam digit pi dengan tape recorder. Selama ribuan jam, hingga 2006, Umile membubuhkan nada-nada: beberapa tinggi, yang lain rendah. Dia lalu mendengarkannya dengan cermat.

“Setiap menjelang dan sepulang kerja. Di sela-sela istirahatku dan di kala jeda makan siang. Bahkan hingga saya mandi,” katanya. “Mungkin 40 persen waktuku selama itu selalu mengenakan earphone.” Total, 12.887 digit pi telah dia gubah.

Mike Keith, insinyur komputer di Virginia, beda lagi. Keith menulis kumpulan puisi cinta terdiri atas 4.000 karakter. Jumlah huruf dalam setiap kata, yang menyusun bait-bait puisinya itu, sama dengan digit yang menyusun pi. Bagian pertama kumpulan puisi itu ditulisnya begini, One: A Poem: A Raven. Itu dia terjemahkan sebagai 3-1-4-1-5.

Menurut Keith, dia hanya orang yang gila pi atau “pi nut”. Di dalam benaknya sudah terpatri 100 digit pi. “Putriku sampai 50,” katanya sambil menambahkan, “Ia baru berusia 15 tahun.”

Hari (Rabu) ini, 3-14, kebanyakan pada pukul 01.59 siang waktu setempat, Keith dan para pemuja pi lainnya akan meraih momentum. Umile, misalnya, mulai percaya diri dengan apa yang dia kerjakan dan siap tampil di televisi. Ia telah melatih ingatannya terhadap 10 ribu digit bilangan itu.

Lucunya, bagi seorang Umile, ia justru sering kali tak hafal nomor teleponnya sendiri. Begitu juga dengan nomor rekeningnya. “Pernah nomor itu berawalan 6-1-4, tapi yang saya tuliskan 3-1-4,” katanya.

miror : rivafauziah
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------

Obat Kuat Ejakulasi Dini Hajar Jahannam Asli Mesir
Read the full story

Tukeran Link di Blog Ini

1.30.2010 6 comments

Bagi kawan-kawan yang ingin tukeran link disini tempatnya. Langsung aja ya nulis di commentnya kasih link yangakan dipasang n jangan lupa descriptionnya juga. Well, thx.

Dedi Isnaini Dot Com Read the full story

,

Discussion About Sink & Source

Beda Sink dan Source ---------- Tanya - Andy Odank. Saya sering baca di catalog vendor utk transmitter, F&G detector menyebutkan sink or source. Setelah saya pelajari saya msh blm dapat menemukan jawaban yg mudah di mengerti. Apakah bapak2 sekalian ada yg punya pengalaman soal ini?

Tanggapan 1 - Martin Rifki

Mencoba menjawab:

Untuk F&G Detector saya kurang tahu, mungkin sama dengan yang umum saya tahu di process design:

source : sumber, from

Sink : destination (tujuan) to

Ilustrasi sederhananya seperti ini:

Source -----> sink

Tanggapan 2 - wie_liang2

Andy,

Saya coba jawab.

perihal sink/source itu berkaitan dgn signal 4-20mA hasil pengukuran oleh F&G detector tsb.

Secara natural, kalau ada arus 4-20mA artinya ada sumber tegangan dan ada beban (resistance).

Kalau sumber tegangan 4-20 itu disupply dari F&G detector, artinya detector itu source (detector disupply oleh external power). Sebaliknya kalau sumber tegangan itu diberikan dari I/O card (DCS), artinya detector itu sink.

Perhatikan bahwa I/O card dan detector harus salah satunya source dan yg satunya lagi sink. Kalau dua-duanya sink atau dua-duanya source, maka detector tidak akan bekerja.

semoga membantu.

Tanggapan 3 - mahdinsyah_rukmanir

Pak Andy odank,

Ini saduran dari buku referensi PLC yang saya pegang.

sourcing is often interchanged with PNP (transistor), and sinking with NPN (transistor),

Kalo mau lebih lengkap silahkan lewat japri,

Untuk pak admin, saya ada buku PLC dalam pdf, 5MB, didalamnya berisi juga sourcing dan singking,

Mudah-mudahan manfaat.

Tanggapan 4 - teddy gunawan

Dear All,

Istilah sourcing atau sinking harus dilihat dari sisi mana yang harus diperhatikan misalnya untuk transmitter dan IO point. Jika transmitter tersebut 2 wire bearti transmitter adalah sinking sedangkan IO module baik PLC/DCS adalah sourcing. (Jika IO point tsb diukur ada tegangan +/- 24VDC) Jika transmitter menggunakan 3 or 4 wire (field power) berarti transmitter tersebut sourcing sedangkan IO module PLC/DCS adalah sinking. Read the full story